Sabtu, 11 Februari 2012

Walk-walk ke Pavlosk Palace, St. Petersburg - Russia

Welcoming Ambiance
Welcoming Ambiance
THE IMPERIAL GLAM
Terletak di jantung Rusia, Istana yang dikenal lewat sebutan ‘The Imperial Summer Palace’ ini menyimpan sejarah atas dedikasi kaum Imperialis Rusia terhadap arsitektur pada masanya.

A precious heritage from a mother

Sebuah lukisan figur Maria Feodorovna remaja, ketika Ia berumur 18 tahun. Lukisan yang dibuat pada tahun 1777 oleh Alexander Roslin , seorang seniman ternama Swedia.
Sebuah lukisan figur Maria Feodorovna remaja, ketika Ia berumur 18 tahun. Lukisan yang dibuat pada tahun 1777 oleh Alexander Roslin , seorang seniman ternama Swedia.
Jika The Hermitage Museum mempunyai ‘The Winter Palace’, maka sebutan yang diberikan untuk The Pavlosk Palace adalah ‘The Imperial Summer Palace.’ Gaya arsitektur Neoklasik yang sering ditemukan pada bangunan arsitektur di abad 18 sangat kental terlihat mendominasi istana ini.

Suatu hal yang bertolak belakang dari bangunan ‘The Winter Palace’, Pavlosk Palace terlihat lebih terbuka bagi pengunjung, lebih hangat dan berkesan ‘homy’. The Palace of Pavlosk dihadiahkan dari Catherine the Great (Catherine II) untuk putra kesayangannya, Pavel – yang nantinya dipersiapkan untuk menjadi Tsar Paul I dari Rusia (Tsar Paul I of Russia).

Istana ini terletak di tengah kota St. Petersburg yang pada masa itu terkenal sebagai pusat intrik-intrik politik kaum elite– tidak jelas dikatakan mengapa dibangun berdekatan dengan istana peristirahatan sang Ibunda. Banyak pihak berkata hal ini untuk menjaga privasi keluarga kerajaan.

Foto Tampak luar bangunan The Pavlosk- The Imperial Summer Palace, St. Petersburg, Rusia.
Foto Tampak luar bangunan The Pavlosk- The Imperial Summer Palace, St. Petersburg, Rusia.
Bagi Catherine the Great, Pavlosk adalah suatu tonggak bersejarah yang memiliki nilai sentimentil baginya dan keluarga. Untuk membangun istana ini, sang kaisar wanita mempercayakan desainnya kepada arsitek favoritnya, Charles Cameron – seorang arsitek ternama berkebangsaan Skotlandia.
Charles Cameron dipercaya oleh Catherine untuk memberi ‘nafas’ renaissance kepada Pavlosk dengan penerapan gaya arsitek khas Andrea Palladio. Hasilnya adalah sebuah istana megah dengan gaya Russian-empire. Tsar Paul I of Russia jatuh cinta kepada Maria Feodorovna mereka pun menikah dan tinggal di istana ini hingga akhir hayatnya.

Mewarisi sang Ibunda yang juga memiliki hasrat untuk mengoleksi benda-benda bersejarah dan karya seni, Tsar Paul I ibarat buah yang tak jatuh jauh dari pohonnya. Bersama dengan sang istri, pernikahan mereka membawa perubahan yang dramatis dalam sejarah perkembangan Pavlosk.

Bersama mereka mengumpulkan berbagai karya seni para seniman ternama Eropa dan menjadikan Pavlosk suatu galeri bersejarah bagi yang menjawab rasa haus keduanya terhadap benda-benda seni. Jadilah Pavlosk sebagai suatu istana yang menggambarkan perjalanan hidup extravagant pasangan ini dan peninggalan bersejarah dari salah satu keluarga kerajaan paling terkemuka di dunia.

Sebuah koleksi furnitur ekslusif- Theodore Alexander ‘The Pavlosk Collection’,
Authorized by the State of Pavlosk Palace, St. Petersburg, Russia

Empire Inspired – Salah satu master bedroom dalam istana Pavlosk
Empire Inspired – Salah satu master bedroom dalam istana Pavlosk
Theodore Alexander adalah salah satu produsen furnitur ternama di Amerika, pembuat fine furniture yang telah sukses membuat berbagai replika dengan sentuhan desain modern dari The Hermitage Museum- St. Petersburg, Rusia dan The Althorpe House –rumah kediaman keluarga Spencer di Inggris.
Kini rangkaian furnitur ecletic sebagai replika dari koleksi furnitur yang dimiliki The Pavlosk Palace dipersembahkan bagi para kolektor furnitur bermutu tinggi. Haute furniture atau Haute meubel (istilah lain dari fine furniture) yang dihadirkan adalah replika yang telah disahkan keasliannya oleh pihak kurator The State of Pavlosk Palace.
Salah satu tangga utama penghubung ruangan dalam istana ini. Tengok koleksi permadani buatan tangan dengan materi khusus, pilihan kain untuk tirai jendela ukuran besar dan koleksi piranti makan dengan berbagai motif aristokratik pada masa itu – sungguh ekletik dan membawa romantisme tersendiri di jaman yang serba modern ini. Di Indonesia sendiri, koleksi Theodore Alexander – The Pavlosk Palace dengan sertifikasi keasliannya dapat dijumpai di Da Vinci Tower-Jakarta.
Salah satu tangga utama penghubung ruangan dalam istana ini. Tengok koleksi permadani buatan tangan dengan materi khusus, pilihan kain untuk tirai jendela ukuran besar dan koleksi piranti makan dengan berbagai motif aristokratik pada masa itu – sungguh ekletik dan membawa romantisme tersendiri di jaman yang serba modern ini. Di Indonesia sendiri, koleksi Theodore Alexander – The Pavlosk Palace dengan sertifikasi keasliannya dapat dijumpai di Da Vinci Tower-Jakarta.
Perusahaan furnitur ini menjaga mutu dan kecantikan tiap-tiap produk yang dihasilkannya dengan cara menggunakan bahan dan tehnik pembuatan yang sama dengan yang dilakukan oleh para seniman abad ke 18 tersebut. Koleksi furnitur yang dipilih untuk dibuat replikanya termasuk beberapa koleksi pribadi kegemaran Tsar Paul I of Russia dan sang istri – Maria Feodorovna, seperti meja tulis sang kaisar atau koleksi meja centerpiece ruangan istana.

Dalam Istana Pavlosk sendiri – koleksi furniture mereka tersebar di puluhan ruangan, beberapa diantaranya mempunyai gaya yang sama dengan koleksi furniture dari ‘ The Winter Palace’ milik sang ibu, yakni dengan ciri khas penggunaan batuan mulia sebagai aksen penghias furnitur. Mereka telah menghargai keberadaan sebuah furnitur sebagai sebuah ‘perhiasan’ dalam ruangan.

Setelah Theodore Alexander resmi mendapat lisensi hak ekslusif sebagai pencipta replika furnitur dari istana Pavlosk, lagi-lagi sang kepala tim desain Theodore Alexander, Paul-Maitland Smith dan Creative Director – Anthony Cox dan tim harus berpetualang ke St. Petersburg, bekerja siang dan malam menggambar sketsa dari hasil pengamatan mata, untuk mendapatkan gambaran sedetil-detilnya tentang koleksi furnitur istana Pavlovsk.
Design Klasik dengan sentuhan khas Pavlosk untuk hunian modern
Grand Entrance.Istana yang megah dengan arsitektur neoklasik ini mempunyai ratusan koleksi furnitur yang bernilai tinggi. Koleksi tersebut masih dalam keadaan yang terpelihara dengan baik hingga saat ini. Kemungkinan besar karena tehnik pembuatan dan bahan baku yang bermutu tinggi. Selain koleksi furnitur yang tersebar di berbagai ruangan, istana ini juga memiliki ratusan koleksi tekstil langka dan ribuan objek seni seperti patung dan benda-benda penghias ruangan yang beragam. Beberapa objek dekorasi seperti vas bunga, dll telah menggunakan bahan kristal terbaik dan porselen
Grand Entrance.Istana yang megah dengan arsitektur neoklasik ini mempunyai ratusan koleksi furnitur yang bernilai tinggi. Koleksi tersebut masih dalam keadaan yang terpelihara dengan baik hingga saat ini. Kemungkinan besar karena tehnik pembuatan dan bahan baku yang bermutu tinggi. Selain koleksi furnitur yang tersebar di berbagai ruangan, istana ini juga memiliki ratusan koleksi tekstil langka dan ribuan objek seni seperti patung dan benda-benda penghias ruangan yang beragam. Beberapa objek dekorasi seperti vas bunga, dll telah menggunakan bahan kristal terbaik dan porselen
Dalam tiap pengamatan,mereka ditemani oleh sang kepala museum dan beberapa kurator. Hasil akhir, mereka tak sekedar menciptakan kopi dari furnitur-furnitur antik ini, namun memberikan ‘nafas’ modern kedalamnya, sehingga koleksi ini layak untuk menghias rumah-rumah modern masa kini. Bahan dasar yang digunakan juga terdiri dari berbagai jenis kayu langka yang tumbuh di Rusia, seperti kayu Karelian Birch dan Pollard Burl, dan masih banyak kayu eksotik lainnya.

Tehnik pembuatan menggunakan cara yang sama dengan cara kuno, sebagian besar dikerjakan secara manual (hand-made). Disinilah suatu unsur penting yaitu ‘craftmanship’ telah membuat suatu furnitur memiliki nilai tinggi dan kisah penciptaan tersendiri.

Finishing yang dipilih lebih netral dari koleksi sebelumnya (The Hermitage Museum), untuk The Pavlosk Collection, banyak digunakan finishing warna kayu natural dan kehitaman, ini untuk menghadirkan efek kemewahan selera kaum imperial pada masa tersebut.
Selera pasangan Tsar Paul I of Russia dan Maria Feodorovna memang lebih cenderung country dan homy, sesuai dengan julukan sang istana megah mereka, The Summer Imperial Palace.
Haute-Meuble. Salah satu koleksi console table yang merupakan replika koleksi furnitur The Pavlosk Palace, koleksi disambut hangat oleh para kolektor fine furnitur ketika diperkenalkan pertama kali di Harrods-London
Haute-Meuble. Salah satu koleksi console table yang merupakan replika koleksi furnitur The Pavlosk Palace, koleksi disambut hangat oleh para kolektor fine furnitur ketika diperkenalkan pertama kali di Harrods-London
Jika kebanyakan koleksi furnitur favorit sang Ibunda – Catherine the Great yang tersimpan di dalam The Winter Palace menggunakan batuan mulia seperti Lapiz Lazuli atau Amethyst, koleksi furnitur dalam The Pavlosk Palace mempunyai ciri khas tersendiri.

Dengan jenius para desainer interior Theodore Alexander menggunakan bahan-bahan unik seperti imperial blue glass –sejenis kaca khusus yang dibuat sepenuhnya dengan tangan oleh perajin khusus dan lapisan keramik bergaya ‘Jasperware’ untuk memperkaya tampilan furnitur. Untuk melengkapi keseluruhan tampilan, mereka menggunakan lapisan inlay mother-of-pearl dan lapisan stainless steel dengan potongan khusus yang cantik.

Pada masa pemerintahan Catherine the Great – tidak sembarang keluarga dapat memiliki furnitur untuk penghias hunian dengan penggunaan bahan-bahan eksotik seperti ini. Anda harus terlahir sebagai seorang bangsawan, tapi tak cukup hanya disitu – anda harus punya selera individual seperti layaknya keluarga kerajaan.
Dramatic Russian. Sebuah pojok cantik dalam ruangan perpustakaan The Pavlosk Palace. Beberapa furniturnya telah menjadi inspirasi replika Theodore Alexander
Dramatic Russian. Sebuah pojok cantik dalam ruangan perpustakaan The Pavlosk Palace. Beberapa furniturnya telah menjadi inspirasi replika Theodore Alexander
Lamanya pengerjaan sebuah furnitur tidak dapat ditentukan oleh berapa hari atau berapa bulan, sulitnya mencari bahan baku yang tepat dan sistem pengerjaan yang full hand-made menjadi alasan mengapa furnitur ini layak disebut sebagai ‘collectors item’ – ada kebanggaan tersendiri memilikinya.
####
Seluruh foto koleksi dari Theodore Alexander untuk Da Vinci Indonesia.
Teks oleh Francisca Prandayani (diolah dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari kenalan..